Beberapa Pandangan Keliru Seputar Self Publishing

1. "Buku2 self publishing itu asal terbit, jelek semua"

FAKTA: Bagus tidaknya buku self publishing, sangat tergantung dari si penulisnya. Jadi kalau penulis self publisher serius menghasilkan buku yang bagus, maka hasilnya pun tentu bagus.

Buku "Jangan Mau Seumur Hidup Jadi Orang Gajian" adalah contoh buku self publishing yang berkualitas.

Di DapurBuku.com, ada layanan BEDAH KARYA yang memungkinkan buku2 yang belum berkualitas, diolah agar menjadi berkualitas, bernilai jual tinggi, dan layak terbit.

2. "Buku2 self publishing hanya bisa dijual secara online, tak bisa masuk toko buku seperti Gramedia."

FAKTA: Siapapun tanpa kecuali bisa menjual bukunya di toko buku seperti Gramedia. Namun ada syarat yang harus dipenuhi. Misalnya: Gramedia meminta agar kita menyediakan bukunya minimal 2.000 eksemplar. Dan karena ini self publishing, biaya untuk mencetak buku sebanyak itu menjadi tanggung jawab penulis. Jika Anda sebagai penulis sanggup menyediakan uang untuk mencetak buku sebanyak 2.000 eksemplar, maka untuk dijual di Gramedia sangat besar peluangnya.

3. "Self publishing itu untuk penulis pemula saja. Karena tulisan mereka belum diterima di penerbit mayor."

FAKTA: Asma Nadia adalah salah seorang penulis senior yang saat ini semua bukunya diterbitkan secara self publishing, dan penerbit indie miliknya diberi nama "Asma Nadia Publishing House".

Novel Supernova karya Dewi Lestari pun diterbitkan secara self publishing.

4. "Buku2 self publishing umumnya tidak laku di pasaran."

FAKTA: Berikut adalah 3 contoh buku self publishing yang laris manis:

– Jangan Mau Seumur Hidup Jadi Orang Gajian (Valentino Dinsi)

– Supernova (Dewi Lestari)

– Serial Kho Ping Ho (Asmaraman W Kho Ping Ho)

5. "Buku2 self publishing tak bisa tersebar ke seluruh pelosok Indonesia."

FAKTA: Yang menyebabkan sebuah penerbit bisa tersebar ke mana-mana BUKANlah penerbit, melainkan distributor. Jadi walau buku Anda diterbitkan oleh penerbit yang paling ecek-ecek sekalipun, dia tetap bisa tersebar luas ke seluruh pelosok Indonesia, asalkan si penerbit tersebut bekerja sama dengn distributor yang punya jaringan ke seluruh pelosok Indonesia pula.

* * *

Nah, itu beberapa contoh pandangan keliru seputar self publishing. Semoga bermanfaat.

Ingin menerbitkan buku secara self publishing? Silahkan kirim naskah Anda ke http://www.dapurbuku.com 🙂

Cara Baru Menerbitkan Buku
Bebas Penolakan Naskah
Jenis Naskah Apapun Diterima!

Iklan

Perihal jonru Ginting
- Content writer - Social Media Activist - Penulis buku "Saya Tobat!" dan beberapa buku lainnya - Pendiri DapurBuku.com (layanan self publishing) - Pendiri Jonru Media Center

One Response to Beberapa Pandangan Keliru Seputar Self Publishing

  1. sebelumnya buku-buku mba Asma itu diterbitkan sama penerbit konvensional kan pak..? nah itu gimana cara ambil alih hak cipta dan hak penerbitannya dari mereka ke mba Asma lagi?

    Suka

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: