Sukses Terbesar Seseorang akan Tercapai Jika Dia Bekerja Sesuai Passion

passion sukses terbesar

Ya, ini bukan teori semata. Tapi sudah demikian banyak orang membuktikannya, termasuk saya. Sukses terbesar dalam hidup ini, alhamdulillah telah saya dapatkan karena selama ini saya bekerja mengikuti passion.

“Apa sih passion itu?”

Secara umum, passion bisa kita sebut sebagai sesuatu yang paling kita sukai di dunia ini. Passion bukan hanya sebatas hobi, tapi passion juga menyangkut kebiasaan, gaya hidup, bahkan mungkin prinsip hidup yang paling kita sukai.

Passion adalah sesuatu yang kita rela dan dengan senang hati penuh kegembiraan melakukannya secara all out, walau tak ada bayarannya sama sekali, walau kita justru harus mengorbankan banyak hal (uang, waktu, tenaga, harta, dan sebagainya) untuk mengerjakannya.

Itulah passion!

“Saya tak punya passion, bagaimana, dong?” ujar seorang teman, suatu hari saat ia menyapa saya di inbox Facebook.

Saya jawab, TAK MUNGKIN. Semua orang pasti punya passion.

Jika si teman merasa tak punya passion, itu sebenarnya karena dia BELUM YAKIN passionnya bisa membawanya ke gerbang SUKSES TERBESAR.

Misalnya:
Ada orang yang sangat suka bahkan tergila-gila nonton pertandingan bola. Setiap hari, fokus perhatian utama hidupnya hanya seputar pertandingan bola. Dia merasa bahwa ini sekadar hobi atau kesukaan belaka. Dia pikir, “Bagaimana mungkin hobi seperti ini bisa mendatangkan sukses terbesar dalam hidupku? Bukankah aku justru harus keluar uang banyak untuk kesukaan yang satu ini? Aku sering beli kaos bola, beli tiket agar bisa masuk ke stadion. Semua itu butuh uang, bukan? Dan aku tak mungkin bisa mendapat banyak uang bahkan kaya raya dari nonton bola. Justru uang saya habis banyak untuk mengikuti kesukaan yang satu ini. Benar, kan?”

Ya, sekilas pandangan seperti itu memang terasa benar. Tapi sebenarnya, itu pandangan yang keliru.

passion sukses terbesar

Si teman ini mungkin lupa, bahwa banyak sekali peluang besar di dunia pertandingan sepakbola. Kalau selama ini dia rajin membeli kaos bola, rajin membeli tiket pertandingan sepakbola, coba sekarang dia bayangkan dirinya seperti si penjual kaos bola, atau si penjual tiket pertandingan. Di luar sana, banyak sekali orang yang mau membeli kaos bola, mau membeli tiket, karena mereka adalah pencinta sepakbola.

Dengan berpikir seperti itu, saya yakin Anda mulai bisa melihat di mana peluang tersebut. Ya, si teman yang hobi nonton pertandingan sepakbola ini mungkin suatu saat nanti bisa berjualan kaos bola, menjadi agen penjualan tiket pertandingan sepakbola, dan sebagainya. Bahkan suatu hari nanti, dia mungkin bisa memiliki klub sepakbola sendiri, di mana dia bisa mendapatkan banyak uang dari penjualan tiket pertandingan klubnya tersebut, juga dari bantuan para sponsor.

Bisakah seperti itu? Insya Allah sangat bisa!

Yang kita butuhkan hanya tiga kata sakti berikut: FOKUS, KONSISTEN, SERIUS.

Fokuslah dan konsistenlah dalam menekuni passion Anda, secara serius dan bersungguh-sungguh. Investasikan waktu, tenaga, bahkan kalau perlu uang dan harta Anda untuk menekuni passion tersebut.

passion sukses terbesar

Itu saja kuncinya. Terkesan sangat sederhana karena hanya beberapa kalimat. Namun jika Anda praktekkan, maka insya Allah hasilnya SANGAT LUAR BIASA.

“Oke, saya ingin fokus, konsisten dan serius menekuni passion. Tapi saat ini, passion saya belum bisa mendatangkan uang. Padahal hidup ini butuh biaya. Saya tentu harus bekerja mencari nafkah di tempat lain, dan melupakan passion saya. Gimana, dong?”

Ya, benar. Realita seperti itu pun dulu saya hadapi. Saya ingin total jadi penulis, tapi bekal saya ke arah sana masih sangat jauh dari memadai. Maka saya terpaksa menjadi karyawan selama tujuh tahun, sebuah karir yang sebenarnya sangat tidak saya sukai, bahkan membuat saya stres luar biasa.

Ya, kita memang harus realistis. Ketika passion kita belum bisa menjadi sandaran hidup (dari segi finansial), maka memang sebaiknya kita mencari nafkah di bidang lain, apapun itu, yang penting halal. Ini sah-sah saja, bahkan seharusnya memang demikian. Tak ada yang salah dengan kondisi seperti itu.

Yang salah adalah ketika kita sibuk dan TERLENA oleh aktivitas mencari nafkah, kita terbuai oleh pesona KEMAPANAN HIDUP, gaji yang besar, fasilitas yang mewah, lalu kita TIDAK BERANI meninggalkannya.

Hm… fakta membuktikan bahwa banyak sekali manusia di dunia ini yang seperti itu. Mereka terjebak di dalam rutinitas pekerjaan yang tidak mereka suka, pekerjaan yang sebenarnya sering membuat mereka mengeluh, merasa capek, hidup ini terasa sangat berat. Tapi mereka TERPAKSA melakoninya demi sesuap emas segenggam berlian 😀

Padahal jika MAU DAN BERANI, mereka bisa memiliki hidup yang jauh lebih baik: Bekerja dan berkarya sesuai passion. Kita insya Allah akan bisa jauh lebih sukses dari segi materi, dan sekaligus hidup SENANG DAN BAHAGIA.

Saya sengaja menekankan kata “senang dan bahagia”, karena inilah bedanya bekerja sesuai passion dengan bekerja di luar passion.

Kalau bekerja di luar passion, Anda mungkin bisa sukses, kaya raya, dan sebagainya. Namun pasti Anda akan sering mengeluh, merasa pekerjaan Anda demikian berat. Intinya, hidup kurang bahagia.

Namun jika bekerja sesuai passion, Insya Allah Anda bukan hanya sukses, tapi juga bahagia. Karena bekerja sesuai passion adalah DIBAYAR UNTUK BERSENANG-SENANG.

jonru_ginting

Anda mungkin belum tahu, ada seorang pemuda yang tergila-gila main game. Dia bekerja di sebuah perusahaan pembuat game. Pekerjaan dia hanya sederhana: Mengetes game-game baru. Intinya, tugas dia di perusahaan tersebut hanyalah bermain game. Jika di perusahaan lain, karyawan yang ketahuan bermain game akan ditegur atau dipecat. Sedangkan si pemuda ini justru ditegur keras bila dia tidak bermain game!

Saya yakin, semua orang sebenarnya sangat mengimpikan bekerja seperti si pemuda ini. Bukan soal main game-nya, tapi soal “dibayar untuk bersenang-senang”. Anda bisa memikirkan dan membayangkan apa kesenangan terbesar Anda dalam hidup ini. Misalkan Anda paling senang memarahi orang. Lalu Anda dibayar Rp 5 juta untuk satu kali memarahi orang. Hm… asyik, kan? Seperti itulah bahagianya jika kita bekerja sesuai passion!

* * *

Oke, kembali ke laptop! Kita kembali ke pertanyaan di atas yang belum terjawab:

“Oke, saya ingin fokus, konsisten dan serius menekuni passion. Tapi saat ini, passion saya belum bisa mendatangkan uang. Padahal hidup ini butuh biaya. Saya tentu harus bekerja mencari nafkah di tempat lain, dan melupakan passion saya. Gimana, dong?”

Jika kondisi Anda masih seperti itu, yang harus dilakukan adalah FOKUS MENCARI NAFKAH. Namun passion tetap ditekuni dengan serius. Artinya, Anda harus melakoni “aktivitas mencari nafkah” dan “aktivitas menekuni passion” dengan SAMA seriusnya. Jangan berat sebelah!

Jangan sampai Anda hanya sibuk mencari nafkah, lalu passion terlupakan. Ini yang keliru! Sebab bila itu Anda lakukan, bahkan jika Anda terlena oleh kemapanan hidup di sana, bahkan tidak berani meninggalkannya, maka itulah yang menjadi penyebab utama kegagalan Anda dalam meraih impian “bersenang-senang dan dibayar”.

Passion akan bisa menjadi penopang hidup kita dari segi materi, HANYA JIKA kita menekuninya secara serius, fokus dan konsisten. Jila tidak seperti itu, ya jangan harapkan apapun. Passion Anda akan selamanya hanya menjadi sebuah kesenangan hidup belaka, tak lebih dan tak kurang.

Namun jika Anda bersedia melakoni “aktivitas mencari nafkah” dan “aktivitas menekuni passion” dengan porsi yang sama seriusnya, maka insya Allah suatu saat nanti Anda akan menemukan fakta, “Wah, ternyata sekarang saya sudah bisa menghasilkan banyak uang dari passion ini. Peluang dan kesempatan sangat terbuka lebar.”

Jika sudah seperti itu, maka Anda bisa dengan tenang, aman dan damai MENINGGALKAN dunia kerja yang tidak Anda sukai, dan fokus 100% mencari nafkah yang di bidang yang sesuai passion Anda.

“Saya saat ini bekerja tidak sesuai passion. Tapi hidup saya sudah sukses dan mapan. Jadi saya tak perlu lagi mengejar passion, bukan?”

Ya, itu adalah pilihan hidup Anda. Tentu Anda berhak menentukan jalan hidup Anda sendiri.

Namun jika Anda berani meninggalkan pekerjaan yang sekarang, dan fokus menekuni passion, saya yakin Anda akan jauh lebih sukses. Bahkan di situlah letak sukses terbesar Anda.

Bahkan seperti yang saya tulis di atas, yang kita raih dari menekuni passion bukan hanya kesuksesan terbesar, namun juga kebahagiaan terbesar dalam hidup ini. Tentu saja SANGAT BAHAGIA, karena kita DIBAYAR UNTUK BERSENANG-SENANG. Ini adalah situasi yang tak akan pernah kita dapatkan jika bekerja di luar passion.

* * *

Pengalaman Saya

Saya termasuk orang yang sangat passion oriented. Sejak dulu, saya hanya mau bekerja, berkarya, dan berbisnis di bidang yang sesuai passion saya, yakni MENULIS. Dan hingga kini, memang hanya dunia penulisan yang saya tekuni sebagai sarana mencari nafkah.

jonru_trainer

Dan sejak mengenai internet, ternyata saya menemukan passion yang lebih spesifik, yakni MENULIS DI INTERNET. Ya, saya sangat suka menulis di internet. Baik itu di blog, Facebook, Twitter, dan sebagainya. Hampir setiap hari saya menulis di dunia maya. Bukan hanya tulisan berupa artikel yang panjang, namun juga update status Facebook atau tweet di Twitter. Ini juga termasuk menulis, bukan?

Sekitar enam bulan lalu, salah seorang kakak pernah menasehati saya dengan nada suaranya yang sangat prihatin:

“Dek Jon, kau itu sudah dewasa, anak kau sudah tiga. Coba pikirkan masa depan mereka. Bagaimana nasib mereka nanti? Mereka harus sekolah, butuh biaya macam-macam. Dari mana kau menghidupi mereka jika kerjaan kau sehari-hari hanya bermain Facebook?”

Saat itu, terus terang saya pun sangat galau, merasa bahwa nasehat kakak tersebut sangatlah benar. Namun saya tak bisa menghindar dari panggilan jiwa untuk terus menulis dan bermain-main di dunia maya. Maka, saya teruskan saja hobi dan passion tersebut, walau tak ada uangnya, walau saya masih sering kekurangan uang karena penghasilan dari bisnis yang saya tekuni belum terlalu memadai.

jonru_penulis

Dan sungguh di luar dugaan! Ketekunan saya bermain-main di Facebook AKHIRNYA mendatangkan rezeki tersendiri. Bukan dalam bentuk uang, tapi dalam bentuk jumlah likers di Fan Page Jonru.

Dulu, Fan Page Jonru relatif sepi. Dalam sehari, jumlah likers baru hanya sekitar 7 atau 9 orang. Kini, dalam sehari bisa mencapai 2.000 likers perhari. Bahkan di masa kampanye pilpres 2014, jumlah likers perhari mencapai 5.000 hingga 9.000 orang!

Banyak haters yang bilang, saya memanfaatkan momen pilpres untuk mencari popularitas, Setelah ngetop, maka saya pun jualan. “Sungguh strategi yang sangat licik!” ujar mereka.

Ya, silahkan saja para haters berkata apapun. Saya tidak peduli, karena mereka hanya sok tahu, berburuk sangka, dan tak akan percaya pada klarifikasi apapun dari saya.

Adapun bagi teman-teman yang mendukung dan percaya pada saya, tentu tak butuh penjelasan apapun dari saya, bukan? Karena itu, saya tak akan repot-repot memberikan klarifikasi apapun. Saya hanya ingin menjelaskan satu hal:

Saya pun aslinya tidak menduga jika jumlah likers Fan Page Jonru bisa melejit sangat drastis seperti itu. Yang saya lakukan hanya menulis, menyuarakan hal-hal yang saya yakini benar. Dan di luar dugaan banyak orang yang suka. Dan itulah awal dari popularitas yang sangat tak terduga tersebut.

Setelah Fan Page Jonru menjadi sangat populer, jumlah likersnya hari ini (17 September 2014) sudah hampir 260.000, saya tiba-tiba menyadari bahwa inilah rezeki yang diberikan oleh Allah kepada saya. Rezeki yang merupakan KONSEKUENSI dari keseriusan saya dalam menekuni passion.

fanpage_jonru

Jika enam bulan lalu saya hanya bersenang-senang di Facebok dan belum ada penghasilan yang berarti dari situ, bahkan seorang kakak memarahi saya karena hal tersebut, kini alhamdulillah situasinya sudah berbalik seratus delapan puluh derajat.

Ramai dan populernya Fan Page Jonru membuat saya dengan sangat mudah menjual buku-buku saya di situ. Ketika saya mengiklankan workshop penulisan pun, alhamdulillah peminatnya kini sangat banyak. Bahkan banyak teman pebisnis yang tertarik untuk beriklan di fan page Jonru dengan bayaran tertentu.

Alhamdulillah… inilah berkah dari keseriusan saya dalam menekuni passion. Kesenangan yang dulu hanya sebatas kesenangan belaka, tak lebih dan tak kurang, kini sudah bisa mendatangkan banyak rezeki bagi keluarga saya.

NB: Lagi-lagi haters berkomentar, “Setelah fan page-nya rame, kini dimanfaatkan untuk jualan, ya? Dasar licik!”

Walau komentar mereka itu terdengar sinis, sebenarnya apa yang mereka ucapkan itu ada benarnya.

Ya, saya memang memanfaatkan popularitas Fan Page Jonru untuk berbisnis. Apa yang salah dengan itu? Hanya buruk sangka dan pikiran negatif yang mengatakan itu salah.

Berbisnis, berjualan, mencari uang, itu adalah bagian dari mencari nafkah. Dan mencari nafkah adalah salah satu ibadah.

Jadi, apa yang salah dengan orang yang memaanfaatkan popularitas fan page-nya untuk mencari nafkah? Selama itu baik, suka sama suka, bahkan para anggota fan page pun sangat tertarik untuk membeli produk-produk yang saya tawarkan, tentu tak ada yang perlu disebut salah, bukan?

Lagipula, saya berjualan di Fan Page Jonru sudah sejak lama. Sudah sejak fan page tersebut masih sangat sepi. Jadi, ucapan para haters tersebut memang asal bunyi, hanya sok tahu, karena buruk sangka dan pikiran negatif semata.

* * *

Oke, mari lupakan para haters. Kita kembali ke laptop. Kembali ke pembahasan semula, yakni PASSION.

Apa yang saya ceritakan di atas, termasuk pengalaman saya, menjadi BUKTI NYATA, bahwa pasion bukan hanya membawa kita kepada kesuksesan terbesar dalam hidup ini, namun juga kebahagiaan terbesar. Karena menekuni passion adalah DIBAYAR UNTUK BERSENANG-SENANG.

Jadi bagi Anda yang selama ini belum terlalu serius dalam menekuni passion, yuk mulai sekarang diseriusi, ya.

Semoga bermanfaat, salam sukses selalu!

Jonru

Iklan

Perihal jonru Ginting
- Content writer - Social Media Activist - Penulis buku "Saya Tobat!" dan beberapa buku lainnya - Pendiri DapurBuku.com (layanan self publishing) - Pendiri Jonru Media Center

14 Responses to Sukses Terbesar Seseorang akan Tercapai Jika Dia Bekerja Sesuai Passion

  1. ramadx says:

    sangat bermanfaat bagi saya..

    Suka

  2. Terima Kasih Bapak Jonru.. tulisan anda sangat menginspirasi saya dalam hobi saya.. hobi saya dari awal kuliah adalah membuat tutorial bahasa Indonesia dalam dunia pemrograman komputer.. sekali lagi terima kasih dan salam sukses selalu 🙂

    Suka

  3. kandunk says:

    Horas Lae..kapan marsipature hutanabe?

    Suka

  4. pit2solonation says:

    Luarrrr Biasa sangat Meng Inspirasi sekali,kata kuncinya adalah tetap fokus pada apa yang menjadi tujuan kita ……lebih jelasnya sahabat bisa buka di http://goo.gl/UH9QHj
    Ssalam Sukses Buat Semua

    Suka

  5. Janur Kuning says:

    Thanx bang Jonru, artikel ini saya banget…ingin keluar dari zona kemapanan, Salam sukses

    Suka

  6. Sepakat Akhi.. Alhamdulillah saya termasuk orang yang sudah menemukan Passion hidup saya. Syukron…

    Suka

  7. Terima kasih Pak Jonru, sy juga ingin sekali menjadi penulis. Semoga suatu hari bisa spt Bapak..

    Suka

  8. Sangat menginspirasi pak, terimakasih 🙂

    Suka

  9. Kang jonru sgt menginspirsi sekali tulisannya kebetulan sy lagi galau, saat ini sy sudah bekerja di passion sy dokter kecantikan tp masih karyawan…sy dan suami ingin bikin klinik sendiri.demi kumpulin modal skrg sy jd karyawan suamipun gitu dn kmi rela jauh2an”’smoga bisa sukses kaya kang jonru

    Suka

  10. alhamdulillah, terimakasih pak, setelah membaca, saya jadi bersemangat untuk menekuni hobi dan sesuatu yang saya senangi.

    Suka

  11. Joko Santoso says:

    super sekali… semoga tulisan ini dapat menggugah hati para pembaca untuk tidak melupakan passionnya meski saat ini disibukkan oleh pekerjaannya dalam memenuhi kebutuhan hidup..

    Suka

  12. fahri angga says:

    nice info gan
    mampir kesini gan
    http://bit.do/utm-murah

    Suka

  13. bagi2bisnis says:

    sangat bermanfaat. mohon izin saya bagi tulisannya ya?

    Suka

  14. Sukses selalu pak jonru, semoga ilmu/nasehat/yang baik2 lewat karya2 anda bermanfaat untuk orang lain. aamiin (denni – apikhosting.com)

    Suka

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: