Penulis Pemula Bisa Menang Lomba Menulis :)

Tahun 1994 saya – alhamdulillah – menjadi Juara I Lomba Cipta Cerpen Remaja yang diselenggarakan oleh majalah Anita Cemerlang (sekarang sudah tak terbit). Saat itu, saya masih sangat pemula. Hampir semua naskah saya masih ditolak di sana-sini. Kalau dianalogikan, status saya saat itu seperti Ayu Ting Ting yang terkenal secara mendadak πŸ™‚

Hal yang membuat saya takjub adalah:
Posisi juara II ditempati oleh mas Benny Ramdhani. Saat itu dia sudah menjadi penulis yang sangat senior. Tulisannya sudah tersebar di mana-mana. Bahkan di tahun sebelumnya, naskah mas Benny ini yang tampil sebagai Juara I untuk lomba yang sama.

Mohon maaf,
Saya menceritakan ini bukan dalam rangka sombong, atau punya niat yang tidak baik terhadap mas Benny. Maaf ya, mas, hehehe… πŸ™‚

Maksud saya bercerita ini adalah:
Kalau ada penulis senior yang ikut lomba, Anda yang merasa masih pemula tak perlu merasa terusik, tak perlu ciut nyali karena merasa yakin tak akan bisa bersaing dengan si senior.

Pengalaman saya di atas menjadi bukti nyata, bahwa pemula pun bisa “mengalahkan” senior. Banyak kok bukti, penulis pemula yang bisa tampil berprestasi dan menjadi penulis sukses.

NB: Agar jadi pemenang lomba menulis, coba baca kiatnya di sini ya πŸ™‚

Iklan

Belajar Teori Itu Penting

β€Ž”Saya sedang menulis cerpen nonfiksi”
“Saya sedang menulis sebuah novel yang isinya kumpulan cerpen”

BMGers sekalian,
Kalimat2 yang saya tulis di atas adalah contoh kalimat2 yang salah kaprah, namun sering banget dilontarkan oleh para penulis pemula.

Memang teori sering bikin bosan.
Tapi seorang penulis yang baik seharusnya meluangkan waktu untuk mempelajari teori penulisan. Setidaknya kita harus tahu definisi atau pengertian cerpen, novel, memoar, artikel, esai, puisi, cerbung, dan sebagainya.

Banyak banget lho, penulis yang belum paham hal2 seperti itu.

Kalau belum tahu, ya belajarlah πŸ™‚